Dan, semua terjadi begitu saja kala takdir terlalu sulit untuk ditepis. Kamu adalah alasan terbesar aku berlari, berjuang. Namun pada akhirnya, kamu jugalah alasan mengapa aku selalu merasa kalah, merasa bahwa perjuanganku sia-sia

Siapakah kamu? Untuk apa dirimu hadir jika hanya memahat luka. Rasa-rasanya, sejak kau melukai hati, mengkhianati janji, aku jadi punya hobby baru. Ya, melupakanmu adalah kegemaran yang tak pernah kutinggalkan. Namun sekeras apapun kucoba, kamu tetap saja hadir. Seakan turut merayakan kesendirianku yang sedang pahit-pahitnya.

Untukmu yang kini telah memulai hidup yang baru, ketahuilah bahwa ada sepenggal hati yang telah kau hancurkan. Ribuan maaf yang kau ucap rasa-rasanya malah membuat dada ini sesak. Bukannya membaik, namun seperti ada hujaman tajam disela tiap maafmu.

Pada akhirnya aku sadar, bahwa aku hanyalah manusia biasa yang sedang belajar menyembuhkan luka karena; kecewa. Aku tak pernah menyangka akan sesakit ini.

 

Advertisements