BULLY FI_0
Sumber Foto: Google

Assalamu’alaikum!

Entah tulisan ini random sekali. Maksud saya, blognya yang random. Tapi, semoga dalam ke-randoman ini terdapat banyak hikmah yang dapat dipetik. Dari awal, saya memang ingin mendedikasikan blog ini supaya dapat bermanfaat. Dapat dibaca dan diambil kebaikannya buat para pembaca, ya sahabat londfesh! Postingan demi postingan saya buat berdasarkan pengalaman sehari-hari. Setiap kejadian, saya amati, kritisi, hingga saya berusaha tuliskan agar kelak bermanfaat, khususnya bagi saya sendiri umumnya bagi para pembaca.

Dari postingan saya kali ini, pengalaman saya ambil dari kisah adik saya yang mengalami bully di sekolah. Dear sahabat-sahabat, adik-adik kecil, yang kini masih duduk di bangku sekolah, seperti SD, SMP, dan SMA/K bersabarlah, jika di bully. Biarkan, acuhkan, jangan sekali-kali menunjukkan reaksi yang salah, stay cool, calm aja.

Sebelum saya lanjut untuk menuliskan tips-tips menghadapi bully di sekolah, saya akan ceritakan mengapa pentingnya pengambilan tindakan yang tepat untuk menghadapi bully perlu adik-adik kuasai. Ya, 2018 ternyata masih (atau bahkan lebih parah) perilaku bully-membully kerap terjadi. Sebagai contoh nyata, baru-baru ini adik bungsu saya menjadi salah satu korbannya. Saya merasa sedikit legi karena setidaknya ia mau cerita terkait peristiwa bully yang ia alami di sekolah. Bayangkan jika ia tidak mau cerita kepada siapapun, ini akan lebih bahaya. Sebut saja adikku Nab. Nab menangis dan merengek ingin pindah sekolah saja. Ia baru saja pindah ke Jakarta dan kini duduk di bangku kelas 7 sebuah sekolah menengah pertama negeri di daerah Jakarta Selatan. Nab menuturkan bahwa ia kerap dipanggil ‘kambing’ oleh teman-temannya. Dibilang temen ‘baper’ bahkan pernah mendapatkan perlakuan kasar secara fisik ketika ia sedang shalat di masjid. Tentu sebagai kakak, saya merasa Nab perlu penguatan, perlu adanya rasa aman agar peristiwa bully ini tidak serta-merta menghancurkan self-confident-nya. Terlebih Nab yang memang lulusan dari sebuah SD di desa, setidaknya baru menemukan hal yang satu ini. Sementara di desa, dulu teman-temannya bersikap lebih ramah.

Oke, secara pribadi saya mengutuk keras perbuatan bully. Ini merupakan kejahatan baik verbal maupun non verbal yang jika tidak ditangani secara serius, akan muncul Nab-Nab yang lain. Bukan karena adik saya Nab menjadi korban bully, tapi dulu saya pun pernah, dan pembaca pun pernah ya -kan? meskipun dengan intensitas yang berbeda, setidaknya rata-rata setiap orang pernah mengalami bully.

Berikut tips-tips yang saya coba terapkan, dan saya sampaikan ke adik saya guna meminimalisasi traumatik pasca dibully. Karena kondisi psikis dan kekuatan mental setiap orang berbeda-beda, pada dasarnya tiap orang tidak suka dibully.

  1. Stay Cool (Tetap Tenang), Jika kamu dibully maka hal paling menolong kamu kala itu, detik itu adalah berusaha tetap tenang. Jangan tunjukkan reaksi apapun, entah itu menangis, marah, atau cemberut. Tatap tenang, tegar, memang sulit tapi jika dibiasakan akan memupuk jiwa-mu menjadi seseorang yang tidak mudah terpicu, tidak mudah di sulut oleh orang lain. Pada dasarnya para pelaku bully ingin orang-orang yang di bully itu merasa lemah, merasa tersudutkan, dengan begitu ia akan merasa puas dan akan membully di lain kesempatan. Jadi, tetap stay cool ya, jangan terpancing amarah, karena kamu akan dibully lagi jika melakukan hal-hal yang mebuat si pem-bully merasa puas dan senang.
  2. Ceritakan ke orang terdekat. Usahakan kamu punya satu atau beberapa sahabat yang bisa kamu beritahu agar tidak menahan perihnya sendirian. Tapi, jangan dilebih-lebihkan dan jangan meminta sahabat-sahabatmu itu untuk membalas dendam ke orang yang membully kamu. Cukup ceritakan dan mintalah saran kepada mereka supaya si pembully tidak melakukan hal itu lagi.
  3. Ceritakan ke orang tua, percayalah orang tua akan menenagkanmu. Merekalah tempat curhatmu yang paling aman. Kalau orang tuamu sibuk, ceritakanlah pada kakakmu, bibi, atau paman yang sekiranya dapat membantu menyelesaikan masalahmu.
  4. Ceria selalu. Bukan kamu tidak punya perasaan, tapi dengan kamu bersikap biasa saja dan malah ceria-ceria saja ini akan membuat si pembuli itu habis akal untuk membuat kamu tumbang. Jangan pernah menunjukkan bahwa kamu sedih ketika di bully, justru bully-bully-an itu yang akan membuatmu kuat kedepannya. Stay stong! Bahwa hidup akan senantiasa terus berjalan dan orang-orang macam itu akan terus ada, tugasmu hanya tetap tenang, beristighfar, dan mendoakan agar ia tidak melakukannya lagi.

 

Intinya, jangan merasa duniamu runtuh jika dibully ya. Tetap semangat jangan putus asa. Buat orang-orang yang membully-mu kelak menyesal karena mereka pernah membully kamu. Oke.

Advertisements